Waktu pertama kali diajak nomikai oleh rekan-rekan kantor di Jepang, aku bingung. Bukan karena tidak mau pergi — tapi karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang boleh dan tidak boleh, dan bagaimana cara bersikap supaya tidak terlihat seperti orang asing yang tidak tahu adat.
Karena itu aku tulis artikel ini. Bukan sekadar daftar nama acara, tapi panduan jujur soal apa yang sebenarnya terjadi di berbagai acara kantor Jepang — dari kacamata orang Indonesia yang sudah mengalaminya sendiri.
Mengapa Acara Kantor di Jepang Itu Penting?
Di Indonesia, hubungan profesional dan personal biasanya cukup terpisah. Di Jepang, keduanya saling terhubung erat. Ikut acara kantor — terutama yang bersifat sosial — adalah bagian dari membangun kepercayaan dan rasa kebersamaan (teamwork) yang sangat dihargai dalam budaya kerja Jepang.
Tidak ikut bukan berarti kamu akan dipecat. Tapi konsisten tidak hadir bisa membuat kamu dianggap tidak tertarik bersosialisasi, atau bahkan tidak menghormati tim. Bagi orang asing, ini bisa jadi hambatan untuk lebih dikenal dan dipercaya.
1. Nomikai (飲み会) — Acara Minum Bersama
Ini adalah acara paling umum dan paling sering terjadi di kantor Jepang. Nomikai secara harfiah berarti “pertemuan minum”, dan ini bisa diadakan untuk berbagai alasan: akhir bulan, selamat datang pegawai baru, perpisahan, pencapaian tim, atau bahkan tanpa alasan khusus.
Jenis-jenis Nomikai
- Kangeikai (歓迎会) — pesta selamat datang untuk anggota tim baru. Kalau kamu baru masuk kantor, bersiaplah untuk jadi pusat perhatian di acara ini.
- Soubetsukai (送別会) — pesta perpisahan untuk anggota tim yang pindah atau resign.
- Bōnenkai (忘年会) — pesta akhir tahun, biasanya diadakan di bulan Desember. Ini salah satu yang paling meriah.
- Shinnenkai (新年会) — pesta awal tahun, biasanya Januari.
- Hanami kai (花見会) — makan dan minum sambil melihat bunga sakura di musim semi. Ini favorit banyak orang!
Etika di Nomikai
Ini penting banget, terutama untuk orang asing yang belum familiar:
- Jangan minum sebelum kanpai. Semua orang harus angkat gelas dulu dan berseru “Kanpai!” (乾杯) sebelum siapapun minum. Minum sebelum itu dianggap tidak sopan.
- Tuang minuman untuk orang lain dulu, bukan untuk diri sendiri. Di Jepang, menuangkan minuman untuk diri sendiri terkesan egois. Perhatikan gelas orang di sebelahmu — kalau sudah hampir kosong, tawarkan untuk mengisi.
- Pegang gelas dengan dua tangan saat menerima tuangan dari orang yang lebih senior. Ini tanda hormat.
- Kamu tidak harus minum alkohol. Kalau tidak bisa atau tidak mau minum alkohol, pesan soda atau jus. Tidak ada yang akan memaksamu, tapi pastikan kamu tetap ikut minum saat kanpai — cukup angkat gelasmu.
- Duduk sesuai hierarki: Di meja makan Jepang, posisi duduk biasanya memperhatikan senioritas. Atasan paling senior duduk paling jauh dari pintu (posisi kehormatan). Sebagai junior atau orang baru, duduk dekat pintu adalah yang paling aman.
Tempat: Izakaya
Nomikai biasanya diadakan di izakaya — semacam bar tradisional Jepang yang menyajikan berbagai pilihan makanan kecil dan minuman. Suasananya santai, noisy, dan biasanya ada bilik-bilik terpisah (zashiki) untuk grup. Makanan yang umum tersaji: yakitori (sate ayam), edamame, karaage (ayam goreng Jepang), sashimi, dan tofu dingin.
2. Minuman Khas yang Muncul di Acara Kantor
Kalau kamu tidak familiar dengan minuman Jepang, ini panduan singkatnya:
- Bir (ビール) — paling umum. Merk populer: Asahi, Sapporo, Kirin, Suntory. Biasanya bir disajikan duluan sebagai minuman pertama sebelum kanpai.
- Sake (日本酒) — minuman fermentasi dari beras. Ada yang disajikan panas (atsukan) atau dingin (reishu). Rasa bervariasi dari yang ringan dan fruity sampai yang kuat dan earthy.
- Shochu (焼酎) — minuman keras yang lebih kuat dari sake, terbuat dari ubi, barley, atau beras. Biasanya dicampur air atau soda (highball shochu).
- Chuhai (チューハイ) — campuran shochu dan soda rasa buah. Ini yang paling enak bagi yang tidak terlalu suka rasa alkohol kuat — manis dan menyegarkan.
- Umeshu (梅酒) — minuman manis dari buah plum yang difermentasi. Bisa diminum dengan es atau soda. Ini favorit banyak wanita.
- Soft drink — selalu tersedia. Tidak ada yang akan heran atau menghakimi kalau kamu pesan ini.
3. Sistem Pembayaran Nomikai
Ada beberapa cara bayar yang umum:
- Warikan (割り勘) — semua bayar sama rata, dibagi jumlah orang. Ini paling umum untuk nomikai antar rekan satu level.
- Senior yang bayar lebih — di beberapa kantor, atasan atau yang paling senior menanggung sebagian besar biaya sebagai bentuk kebersamaan.
- Perusahaan yang bayar — untuk acara resmi seperti kangeikai atau bōnenkai, biasanya perusahaan menanggung atau memberikan subsidi.
Biaya nomikai per orang biasanya antara 3.000–6.000 yen tergantung tempat dan durasi.
4. Nijikai (二次会) — Acara Lanjutan
Setelah nomikai selesai, biasanya ada yang mengajak lanjut ke nijikai — acara kedua. Ini bisa ke karaoke, bar lain, atau sekadar kafe.
Kamu tidak wajib ikut nijikai. Banyak orang juga tidak ikut, terutama yang sudah berkeluarga atau rumahnya jauh. Tapi kalau ingin lebih akrab dengan tim dan kamu masih punya energi, ikut nijikai bisa jadi kesempatan yang menyenangkan.
Karaoke adalah pilihan paling populer untuk nijikai. Dan karaoke di Jepang berbeda dari Indonesia — kamu dapat bilik sendiri dengan tim, jadi lebih bebas dan tidak perlu tampil di depan orang banyak. Nyanyikan apa saja, seberapa fals pun, tidak ada yang akan menghakimi.
5. Hanami (花見) — Piknik di Bawah Pohon Sakura
Ini favorit pribadiaku. Setiap musim semi sekitar akhir Maret sampai awal April, kantor sering mengadakan hanami — piknik di taman untuk menikmati bunga sakura sambil makan dan minum bersama.
Yang khas dari hanami kantor: biasanya ada orang junior yang datang lebih awal untuk memesan tempat di taman dengan membentangkan tikar (ada yang bahkan rela duduk dari pagi!). Tugas penting yang kalau kamu dapat, berarti dipercaya tim.
Suasana hanami jauh lebih santai dari nomikai di izakaya. Orang-orang duduk di atas tikar, makan bento atau makanan yang dibawa sendiri, dan menikmati pemandangan bunga sakura. Ada yang bawa shamisen, ada yang bernyanyi, ada yang hanya duduk dan mengobrol.
6. Tips Buat Orang Asing di Acara Kantor Jepang
Dari pengalamanku sebagai orang asing yang sudah ikut berbagai acara kantor di Jepang, ini yang paling membantu:
- Usahakan hadir, minimal sesekali. Kamu tidak harus ikut semua nomikai, tapi jangan tidak hadir sama sekali. Satu atau dua kali kehadiran sudah membuat kesan yang baik.
- Pelajari beberapa frasa Jepang dasar. “Otsukaresama deshita” (terima kasih sudah bekerja keras hari ini), “Kanpai!”, dan “Oishi!” (enak!) sudah cukup untuk membuat orang-orang tersenyum.
- Jangan duduk hanya dengan sesama orang asing. Manfaatkan momen ini untuk ngobrol dengan rekan lokal, bahkan dengan bahasa Jepang yang patah-patah sekalipun. Mereka biasanya sangat apresiatif.
- Kalau tidak minum alkohol, bilang dengan tenang. “Watashi wa o-sake ga nomenai no de…” (Saya tidak bisa minum alkohol…) — mereka akan langsung memahami dan tidak akan memaksamu.
- Soal pulang: Jepang punya transportasi umum yang bagus sampai tengah malam. Tapi kalau sudah malam dan kereta sudah berhenti, taksi atau daiko (layanan di mana sopir profesional mengantarmu pulang beserta mobilmu) tersedia. Kamu juga bisa menginap di capsule hotel terdekat kalau tidak ingin repot.
Penutup
Acara kantor di Jepang mungkin terasa asing dan sedikit menegangkan di awal. Tapi setelah beberapa kali ikut, kamu akan sadar bahwa ini sebenarnya salah satu cara paling menyenangkan untuk mengenal rekan kerja di luar konteks formal kantor.
Di balik kesan kaku dan formal orang Jepang di tempat kerja, ada sisi lain yang hangat dan humoris yang baru muncul di momen-momen seperti ini. Dan sebagai orang asing, momen itulah yang paling berharga untuk membangun hubungan nyata di tempat kerja barumu.
Pernah punya pengalaman lucu atau canggung di acara kantor Jepang? Ceritakan di komentar — aku penasaran!
